[email protected] +62 511 5511 701
Logo Website

Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Program Studi Agribisnis

Nama: Abdi Suryani (Angkatan 2023)

Tahun: 2025

Prestasi seorang mahasiswa agribisnis dari kampung halaman di Kalsel ini kembali membuktikan bahwa juara tidak selalu lahir dari kemewahan fasilitas, tetapi dari keteguhan hati. Berikut kisah lengkap perjuangan Abdi Suryani yang menembus batas di Peparprov V Kalsel 2025.

BANJARMASIN – Di tengah hiruk-pikuk pertandingan paralimpik provinsi, seorang pemuda dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) mencuri perhatian.

Namanya Abdi Suryani, mahasiswa semester lima Program Studi Agribisnis sekaligus penerima beasiswa KIP Kuliah.

Pada Rabu siang (26/11/2025), ia berdiri tegap di Gedung Logistik KPU Tanah Laut, mengunci napas, mengatur fokus, dan, dalam satu tarikan yang mantap, mengukir sejarah.

Medali emas untuk cabang para-menembak Peparprov V Kalsel.

Momen itu bukan sekadar kemenangan atletik. Bagi Abdi, ini adalah bukti bahwa perjuangan anak muda daerah bisa bersinar, meskipun dibalut keterbatasan.

Dan bagi kampusnya, UNUKASE, prestasi ini menjadi pengingat bahwa emas tidak hanya ditemukan di podium, tetapi juga dalam ketekunan mahasiswanya.

Sosok yang paling berbahagia hari itu adalah Rektor UNUKASE, Abrani Sulaiman, yang datang langsung ke lokasi latihan Abdi beberapa hari sebelumnya.

Di tengah padatnya agenda kampus, kehadirannya menjadi suntikan moral yang besar.

“Keterbatasan bukan penghalang. Abdi telah menunjukkan bahwa ketekunan dan semangat mampu mengalahkan semua tantangan,” ujar Abrani dengan mata berbinar.

Cabang para-menembak tahun ini memang tidak main-main.

Kompetisi menghadirkan 17 nomor lomba yang diikuti atlet difabel dari 12 kabupaten/kota.

Di gedung yang sejuk itu, suasana dibuat tegang oleh denting tembakan, decak kagum penonton, dan napas para atlet yang berpacu dengan konsentrasi.

Pelatih para-menembak NPCI Banjarbaru, ASWP Subagja, menyebut kemenangan Abdi bukan kebetulan. Ada kerja panjang, disiplin, dan proses latihan yang tidak pendek.

“Emas kami ada di nomor air pistol men dan team. Alhamdulillah target tercapai dengan 4 emas,” ungkapnya.

Subagja memaparkan bagaimana timnya telah menggelar pemusatan latihan (TC) sejak lama, bahkan sesaat setelah Peparprov edisi sebelumnya berakhir.

Ia mengakui, persiapan matang adalah kunci naiknya peringkat Banjarbaru dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, juri pertandingan Kasto menjelaskan sisi teknis yang membuat cabang ini terlihat sederhana, padahal penuh tekanan.

Dengan nomor air pistol dan air rifle jarak 10 meter indoor serta PCP jarak 13 meter, setiap peserta diharuskan menjaga presisi dalam kondisi psikis yang stabil.

“Pembinaan atlet sudah merata, diikuti 12 kabupaten/kota kecuali Tanah Bumbu. Klasifikasi atlet yang bertanding adalah daksa lower dan upper,” jelasnya.

Menurutnya, kualitas pertandingan meningkat pesat. Daerah-daerah makin serius membina atlet difabel, sehingga kompetisi tidak lagi mudah ditebak.

Peparprov V di Tanah Laut bukan hanya ajang mencari juara.

Ia menjadi ruang perayaan mental juang, termasuk bagi Abdi Suryani.

Mahasiswa yang tumbuh bersama beasiswa ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, justru menjadi bahan bakar untuk bangkit lebih tinggi.

Kalau hari ini ia berdiri sebagai juara, besok mungkin giliran atlet Kalsel lainnya menyusul.

Dengan pembinaan yang semakin merata, provinsi ini diyakini mampu mengirimkan atlet paralimpik yang disegani di tingkat nasional bahkan internasional.
Kembali ke Daftar Prestasi